Mimpi kerja sebagai perawat di Jepang bukan lagi hal yang mustahil! Dengan gaji tinggi, fasilitas lengkap, dan permintaan tenaga kerja yang terus meningkat, Jepang jadi destinasi impian banyak perawat Indonesia. Tapi, apa saja syarat yang harus kamu penuhi? Bagaimana cara mendaftarnya? Dan berapa sih gaji yang bisa kamu dapatkan?
Tenang, Tugasin akan membahas semua informasi penting yang kamu butuhkan untuk mewujudkan impian kerja di Negeri Sakura ini. Yuk, simak selengkapnya!
Persyaratan Umum Jadi Perawat di Jepang
Sebelum melangkah lebih jauh, pastikan kamu memenuhi syarat dasar berikut. Jepang memiliki standar ketat untuk tenaga kesehatan, jadi persiapkan dirimu dengan baik.
- Batas usia maksimal 35 tahun – Usia menjadi salah satu pertimbangan utama, jadi semakin cepat kamu mempersiapkan diri, semakin baik.
- Lulusan D3/D4/S1 Keperawatan dengan gelar Ners – Untuk perawat rumah sakit, gelar Ners wajib. Sedangkan untuk perawat lansia, lulusan D3/D4/S1 Keperawatan atau Ners bisa mendaftar.
- Tidak memiliki tato atau tindik – Bagi wanita, tidak boleh memiliki tato. Sedangkan pria, tidak boleh memiliki tato dan tindik.
- Bersedia ditempatkan di rumah sakit atau carework – Kamu harus membuat surat pernyataan kesediaan untuk ditempatkan sesuai kebutuhan.
- STR aktif dan pengalaman kerja minimal 2 tahun – Khusus untuk perawat rumah sakit, Surat Tanda Registrasi (STR) harus aktif dan kamu harus memiliki pengalaman kerja minimal 2 tahun sejak STR diterbitkan.
Jika kamu belum memiliki STR atau pengalaman kerja yang cukup, jangan khawatir! Tugasin menyediakan jasa joki tugas dan joki makalah untuk membantumu menyelesaikan tugas kuliah dengan cepat dan tepat. Dengan begitu, kamu bisa fokus mempersiapkan dokumen dan persyaratan lainnya.
Dokumen Penting untuk Melamar Kerja sebagai Perawat
Setelah memenuhi syarat umum, langkah selanjutnya adalah menyiapkan dokumen-dokumen penting. Pastikan semua dokumen ini lengkap dan sudah dilegalisir untuk menghindari kendala saat pendaftaran.
- Kartu Tanda Penduduk (KTP);
- Ijazah dan transkrip nilai terakhir (sudah dilegalisir);
- Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) dan legalisir;
- Surat Pencari Kerja (AK-1) dan legalisir;
- Surat Keterangan Sehat dari dokter dan legalisir;
- Pas foto terbaru dengan background putih;
- Paspor yang masih aktif;
- Surat izin dari orang tua/wali/suami/istri (ditandatangani di atas materai Rp10.000 dan diketahui Lurah/Kepala Desa);
- Surat pernyataan tidak akan mengundurkan diri setelah lulus matching (ditandatangani di atas materai Rp10.000 dan diketahui oleh orang tua/wali/suami/istri);
- Sertifikat bahasa Jepang level N5 (asli dan legalisir).
Dokumen-dokumen ini sangat penting dan harus disiapkan dengan teliti. Jika kamu kesulitan dalam menyusun surat pernyataan atau dokumen lainnya, Tugasin bisa membantumu dengan jasa joki makalah dan karya ilmiah. Dengan bantuan ahli, dokumenmu akan lebih rapi dan profesional!
Langkah-Langkah Mendaftar Program Perawat di Jepang
Sudah siap dengan syarat dan dokumen? Sekarang saatnya mendaftar! Program yang paling populer untuk bekerja sebagai perawat di Jepang adalah program Government to Government (G to G). Berikut langkah-langkahnya:
- Registrasi online – Kunjungi laman resmi pendaftaran program G to G yang biasanya dibuka pada Februari hingga Mei setiap tahunnya.
- Verifikasi dokumen – Setelah registrasi, kamu harus melakukan verifikasi dokumen di kantor BP3MI terdekat. Jika lolos, kamu bisa mengikuti tes tertulis.
Tes tertulis ini biasanya mencakup pengetahuan dasar keperawatan dan bahasa Jepang. Jika kamu merasa perlu bantuan untuk mempersiapkan tes ini, Tugasin menyediakan jasa joki tugas untuk membantumu belajar dengan lebih efektif.
- Mainkan proses Matching – Jika lolos tes tertulis, kamu akan mengikuti proses Matching. Di sini, kamu akan bertemu dengan pihak rumah sakit di Jepang dan memilih tempat kerja sesuai kebutuhan.
- Medical check-up – Setelah Matching, kamu akan menjalani pemeriksaan kesehatan di rumah sakit yang ditentukan.
- Pelatihan bahasa Jepang – Kamu akan mengikuti pelatihan bahasa Jepang selama 6 bulan di Jakarta. Selama pelatihan, kamu akan mendapatkan fasilitas asrama, makan, dan uang saku sebesar 10 dolar AS per hari.
- Ujian dan medical check-up tahap 2 – Setelah pelatihan, kamu akan menjalani ujian dan pemeriksaan kesehatan kembali. Jika lolos, kamu bisa menandatangani kontrak kerja, mengikuti pembekalan selama 3 hari, membuat e-KTKLN, dan berangkat ke Jepang!
Gaji dan Tunjangan Perawat di Jepang
Salah satu daya tarik utama bekerja sebagai perawat di Jepang adalah gaji yang menggiurkan. Rata-rata gaji perawat medis dan kesehatan di Jepang berkisar antara 100.000 yen hingga 200.000 yen per bulan, atau sekitar Rp13 juta hingga Rp25 juta. Gaji ini bisa lebih tinggi jika kamu mendapatkan tunjangan, bonus, atau lembur.
Selain gaji, kamu juga akan mendapatkan fasilitas lain seperti asuransi kesehatan, akomodasi, dan kesempatan untuk mengembangkan karir di bidang keperawatan. Dengan gaji dan fasilitas ini, kamu bisa menabung dan merencanakan masa depan yang lebih baik.
Jadi, apakah kamu siap untuk mewujudkan impian kerja sebagai perawat di Jepang? Persiapkan dirimu dengan baik, lengkapi semua syarat dan dokumen, serta ikuti langkah-langkah pendaftaran dengan teliti. Jika ada kendala dalam proses persiapan, jangan ragu untuk menggunakan jasa joki skripsi atau cek plagiarisme dari Tugasin agar semua dokumenmu bebas dari kesalahan dan siap untuk dikirimkan.