Mimpi jadi PNS tapi bingung dengan syarat TOEFL? Tenang, kamu nggak sendirian! Banyak pelamar CPNS yang merasa kewalahan menghadapi tes bahasa Inggris ini. Padahal, sertifikat TOEFL bukan cuma syarat wajib untuk lolos seleksi, tapi juga kunci buka peluang karier lebih luas—bahkan di perusahaan multinasional atau instansi internasional.
Tapi, tahu nggak sih kalau setiap instansi punya standar skor TOEFL berbeda? Ada yang minta skor 400, ada juga yang sampai 550! Belum lagi jenis tes TOEFL-nya yang beragam—dari PBT, CBT, sampai IBT. Jangan sampai salah pilih, karena bisa-bisa sertifikatmu nggak diterima. Nah, di artikel ini, Tugasin bakal kasih tahu kamu semua hal penting tentang TOEFL CPNS—mulai dari jenis tes, instansi yang mewajibkan, sampai tips raih skor maksimal. Yuk, simak sampai habis!
Jenis Tes TOEFL Untuk CPNS
Sebelum daftar CPNS, kamu harus tahu dulu jenis tes TOEFL yang diakui. Setiap jenis tes punya karakteristik dan rentang skor berbeda. Ini penting banget supaya kamu nggak salah pilih dan sertifikatmu diterima instansi tujuan. Berikut jenis-jenis tes TOEFL yang umum digunakan untuk syarat CPNS:
- TOEFL Paper Based Test (PBT)
Tes klasik yang masih banyak digunakan di Indonesia. Materinya meliputi listening, structure and written expression, dan reading. Skor yang diberikan berkisar antara 310–677. Meskipun sudah jarang digunakan di luar negeri, PBT masih jadi pilihan banyak instansi pemerintah di Indonesia karena biayanya lebih terjangkau.
- TOEFL Computer Based Test (CBT)
Versi digital dari PBT yang lebih modern. Materinya hampir sama, tapi pengerjaannya dilakukan via komputer. Durasi tes sekitar 2–2,5 jam dengan skor maksimal 300. CBT cocok buat kamu yang lebih nyaman mengerjakan soal di layar komputer.
- TOEFL Internet Based Test (IBT)
Ini nih tes TOEFL paling populer dan diakui secara global! IBT menguji empat kemampuan: listening, reading, writing, dan speaking. Skor yang diberikan mulai dari 0–120. Karena materinya lebih komprehensif, IBT sering jadi syarat untuk kuliah atau kerja di luar negeri. Buat kamu yang punya target karier internasional, IBT adalah pilihan tepat.
- TOEFL Institutional Testing Program (ITP)
Jenis tes ini banyak digunakan di Asia, termasuk Indonesia. Sayangnya, ITP nggak diakui secara internasional, jadi hanya bisa digunakan untuk keperluan dalam negeri. Materinya meliputi listening comprehension, reading, dan structure and written expression. Skor ITP berkisar antara 310–667. Meski lebih mudah, pastikan instansi tujuanmu menerima ITP ya!
Bingung pilih yang mana? Tenang, Tugasin punya solusi! Kamu bisa konsultasi dengan tim ahli kami untuk menentukan jenis tes TOEFL yang paling sesuai dengan kebutuhanmu. Klik di sini untuk dapatkan bimbingan persiapan TOEFL yang terarah dan efektif!
Instansi Pemerintah yang Butuh Sertifikat TOEFL
Nggak semua instansi pemerintah mewajibkan sertifikat TOEFL, tapi beberapa instansi strategis—terutama yang berhubungan dengan urusan internasional—memang mensyaratkannya. Berikut daftar instansi yang butuh sertifikat TOEFL beserta skor minimalnya:
- Kementerian Luar Negeri
Buat kamu yang bermimpi jadi diplomat, skor TOEFL minimal 500 (PBT/ITP) atau 61 (IBT) wajib dipenuhi. Instansi ini butuh pegawai yang fasih berbahasa Inggris karena sering berinteraksi dengan perwakilan negara lain.
- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)
Beberapa posisi di PUPR, terutama yang berhubungan dengan proyek internasional, mensyaratkan skor TOEFL minimal 450 (ITP) atau 53 (IBT).
- Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA)
Skor TOEFL ITP minimal 400 (setara 45 IBT) wajib dicantumkan, kecuali untuk pelamar disabilitas atau putra/putri Papua/Papua Barat.
- Kementerian Perindustrian
Buat posisi guru, dosen, atau jabatan internasional, skor TOEFL minimal 475–500 wajib dipenuhi. Pastikan kamu cek formasi yang dilamar ya!
- Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI)
skor minimal 450 (ITP/PBT) atau setara.
- Dewan Perwakilan Daerah (DPD)
Formasi umum dan disabilitas butuh skor TOEFL minimal 450 (ITP) atau IELTS 5. Sedangkan untuk formasi putra/putri lulusan terbaik, skor minimalnya 500 (ITP) atau IELTS 5.
- Mahkamah Agung
Skor minimal 450 (TOEFL) atau IELTS 5.0.
- MPR
Pelamar wajib mencantumkan sertifikat aktif (maksimal 2 tahun terakhir) dengan skor minimal 400 (TOEFL) atau IELTS 4.