Kamu pasti sudah familiar dengan panggilan Sensei untuk guru dalam bahasa Jepang. Tapi tahukah kamu kalau Jepang punya banyak istilah lain untuk menyebut guru? Setiap panggilan punya makna dan konteks penggunaannya sendiri, lho!
Memahami perbedaan ini bukan cuma bikin kamu lebih fasih berbahasa Jepang, tapi juga menunjukkan rasa hormat terhadap budaya mereka. Apalagi kalau kamu sedang belajar bahasa Jepang atau berencana kuliah di Jepang, pengetahuan ini bakal sangat berguna.
Nah, biar nggak salah sebut dan bikin malu, yuk kita bahas 5 panggilan guru dalam bahasa Jepang selain Sensei. Lengkap dengan contoh kalimat dan tips penggunaannya!
Pengertian Kyoushi dan Penggunaannya
Kyoushi (教師) adalah panggilan guru yang paling formal. Istilah ini menekankan peran profesional sebagai pengajar dan biasanya digunakan dalam konteks resmi, seperti dokumen atau saat memperkenalkan profesi.
Berbeda dengan Sensei yang lebih luas penggunaannya, Kyoushi khusus merujuk pada pekerjaan mengajar. Jadi kalau kamu ditanya pekerjaan dalam formulir, jawabannya adalah Kyoushi, bukan Sensei.
Contoh penggunaan:
- 私は中学校の教師です。(Watashi wa chuugakkou no kyoushi desu.) – Saya adalah guru SMP.
- 教師になるために勉強しています。(Kyoushi ni naru tame ni benkyou shiteimasu.) – Saya belajar untuk menjadi guru.
Kalau kamu sedang mengerjakan tugas makalah tentang pendidikan di Jepang, memahami istilah ini bakal bikin tulisanmu lebih akurat. Butuh bantuan untuk menyusun makalah yang berkualitas? Tugasin punya jasa joki makalah yang bisa membantumu menyelesaikan tugas dengan cepat dan tepat!
Makna Sensei dalam Budaya Jepang
Sensei (先生) adalah panggilan paling umum untuk guru, tapi penggunaannya jauh lebih luas dari itu. Istilah ini juga digunakan untuk menyebut dokter, pengacara, seniman, bahkan politisi – siapa pun yang dianggap ahli dan dihormati dalam bidangnya.
Akar katanya berasal dari kanji 先 (sen – sebelumnya) dan 生 (sei – hidup), yang secara harfiah berarti