Pernah daftar kursus bahasa online tapi hasilnya nggak maksimal? Kamu nggak sendirian. Banyak pelajar yang merasa stuck meski sudah ikut kelas berkali-kali. Masalahnya bukan pada kemampuanmu, tapi pada pendekatan kursus yang dipilih. Ada yang fokus ngajarin materi saja, ada juga yang benar-benar nemenin proses belajarmu. Mana yang lebih efektif?
Di artikel ini, Tugasin akan membantumu memahami perbedaan kedua pendekatan ini. Dengan begitu, kamu bisa memilih kursus bahasa online yang benar-benar sesuai kebutuhan dan gaya belajarmu. Yuk, simak sampai habis!
Ciri Kursus Bahasa Online yang Hanya Ngajarin
Kursus bahasa online model ini paling banyak beredar di pasaran. Biasanya menawarkan materi lengkap, jadwal kelas terstruktur, bahkan sertifikat di akhir. Tapi kalau diperhatikan lebih dalam, pendekatannya cenderung satu arah. Berikut ciri-cirinya:
- Materi diberikan tanpa panduan jelas cara memulainya
- Tutor hanya menjelaskan tanpa memastikan kamu paham
- Tidak ada bantuan saat kamu ketinggalan materi
- Interaksi minim, seperti menonton video tutorial berbayar
Pendekatan ini cocok untuk pelajar yang:
- Sudah punya dasar bahasa yang kuat
- Bisa belajar mandiri tanpa bimbingan
- Memiliki motivasi tinggi dan disiplin
Tapi bagaimana jika kamu termasuk yang:
- Belum menemukan gaya belajar ideal
- Mudah merasa insecure saat belajar
- Cepat kehilangan semangat
Kursus model ini bisa membuatmu cepat menyerah. Jika sebelumnya kamu pernah merasa