Pusing setiap kali ngomong bahasa Inggris karena bingung pakai tenses yang mana? Tenang, kamu nggak sendirian! Tenses memang jadi momok buat banyak pelajar Indonesia, tapi sebenarnya nggak sesulit yang dibayangkan. Dengan strategi yang tepat, kamu bisa menguasainya dalam waktu singkat dan langsung praktik ngomong lancar.
Di artikel ini, Tugasin bakal kasih panduan lengkap cara kuasai tenses bahasa Inggris mulai dari dasar. Mulai dari pengertian, alasan kenapa tenses itu penting banget, pembagian 16 jenis tenses beserta contohnya, sampai tips jitu menghafal tanpa ribet. Dijamin setelah baca ini, kamu bakal lebih percaya diri saat ngomong atau nulis bahasa Inggris!
Pengertian Tenses dan Fungsinya
Pernah dengar istilah simple present, past continuous, atau future perfect? Itu semua adalah bagian dari tenses bahasa Inggris. Tapi sebenarnya, apa sih tenses itu?
Tenses adalah bentuk kata kerja yang menunjukkan kapan suatu peristiwa terjadi – apakah di masa lalu, sekarang, atau masa depan. Dalam bahasa Indonesia, kita nggak perlu mengubah kata kerja untuk menunjukkan waktu. Misalnya, “saya makan” bisa berarti sekarang, kemarin, atau besok. Tapi dalam bahasa Inggris, kamu harus jelas:
- “I eat” (saya makan – sekarang/kebiasaan)
- “I ate” (saya makan – kemarin)
- “I will eat” (saya akan makan – besok)
Menurut Kak Adinda, tutor Cetta English, tenses ini ibarat “penunjuk waktu” dalam kalimat. Tanpa tenses yang tepat, lawan bicara bisa salah paham tentang kapan sesuatu terjadi. Bayangkan kalau kamu bilang “I visit you” padahal maksudnya “I will visit you” – temanmu pasti bingung!
Butuh bantuan lebih lanjut untuk memahami grammar bahasa Inggris? Tugasin punya jasa joki tugas yang bisa bantu kamu mengerjakan tugas bahasa Inggris dengan benar dan tepat waktu!
Alasan Penting Belajar Tenses
Ada tiga alasan utama kenapa kamu wajib menguasai tenses:
1. Menunjukkan Waktu dengan Jelas
Tenses membantu kamu mengomunikasikan kapan suatu peristiwa terjadi. Perhatikan perbedaan ini:
- “She goes to the library” (Dia pergi ke perpustakaan – kebiasaan)
- “She is going to the library” (Dia sedang pergi ke perpustakaan – sekarang)
Contoh lain:
- “I am drinking soda” (Saya sedang minum soda – sekarang)
- “I drink soda” (Saya minum soda – kebiasaan)
Tanpa tenses yang tepat, pesanmu bisa disalahartikan. Ini penting banget saat kamu:
- Membuat janji dengan teman
- Menulis email formal
- Presentasi di depan kelas
2. Komunikasi yang Efektif
Bahasa Inggris adalah bahasa internasional. Saat kamu ngomong atau nulis dalam bahasa Inggris, penggunaan tenses yang benar akan membuat komunikasimu lebih profesional. Ini penting banget untuk:
- Wawancara beasiswa atau kerja – HRD internasional akan lebih menghargai kemampuanmu
- Penulisan akademik – skripsi, makalah, atau laporan penelitian
- Korespondensi bisnis – email atau surat resmi
Dengan menguasai tenses, kamu bisa:
- Akurat menyampaikan informasi
- Menghindari kesalahpahaman
- Menunjukkan durasi suatu aksi
- Maintain urutan kejadian dalam cerita
3. Profesionalisme dalam Penulisan
Ada perbedaan besar antara bahasa Inggris sehari-hari dan formal. Dalam konteks akademik atau profesional, tenses yang tepat menunjukkan kredibilitasmu. Contoh:
- Penelitian sudah dilakukan: “We conducted the research from January to April”
- Penelitian akan dilakukan: “We will conduct the research from January to April”
Kesalahan tenses dalam skripsi atau laporan resmi bisa bikin nilaimu turun. Jangan sampai hal ini terjadi! Tugasin punya jasa joki makalah yang bisa bantu periksa dan perbaiki tenses dalam tulisan akademismu.</p
16 Jenis Tenses dan Contohnya</h2
Tenses dibagi menjadi 4 kelompok utama: past, present, future, dan past future. Masing-masing punya turunan yang totalnya ada 16 jenis. Tapi tenang, kamu nggak perlu menghafal semuanya! Untuk komunikasi sehari-hari, kamu hanya perlu menguasai 7 tenses ini:</p
1. Simple Present Tense
Digunakan untuk:
- Kebiasaan atau rutinitas
- Fakta umum
- Sesuatu yang sering terjadi
Rumus: S + V1 (s/es) + O
Contoh:
- “My brother lives in Manado” (Kakakku tinggal di Manado)
- “The sun rises in the east” (Matahari terbit di timur)
- “I take exercise daily” (Saya berolahraga setiap hari)
Lupa rumusnya? Tugasin punya jasa joki tugas yang bisa bantu kamu memahami dan mengerjakan latihan tenses dengan benar!
2. Present Continuous Tense
Digunakan untuk:
- Aksi yang sedang berlangsung sekarang
- Aksi yang akan terjadi di masa depan (dengan keterangan waktu)
Rumus: S + am/is/are + V-ing + O
Contoh:
- “I am leaving for Jakarta tomorrow” (Saya akan berangkat ke Jakarta besok)
- “She is reading a book in the library” (Dia sedang membaca buku di perpustakaan)
3. Present Perfect Tense
Digunakan untuk:
- Aksi yang sudah selesai saat berbicara
- Aksi yang dimulai di masa lalu dan masih berlanjut
Rumus: S + have/has + V3 + O
r>
Contoh:
- “He has just watered the flowers” (Dia baru saja menyirami bunga)
- “I have known her for many years” (Saya telah mengenalnya selama bertahun-tahun)
4. Simple Past Tense
Digunakan untuk:
- Aksi yang terjadi di masa lalu
- Kebiasaan di masa lalu yang sudah tidak dilakukan
r>
Rumus: S + V2 + O
Contoh:
- r>
- “I went to New York last year” (Saya pergi ke New York tahun lalu)
- “She always walked in the morning when she was alive” (Dia selalu berjalan pagi saat masih hidup)
r>
5. Past Continuous Tense
b
Digunakan untuk:
- Aksi yang sedang berlangsung di masa lalu ketika aksi lain terjadi
b
Rumus: S + was/were + V-ing + O
b
Contoh:
- “Josh was studying mathematics when his sister came”. (Josh sedang belajar matematika ketika adiknya datang)
- “I was reading a novel when she arrived” (Saya sedang membaca novel ketika dia tiba)
b
</rb
6. Simple Future Tense
b
Digunakan untuk:
- Aksi yang akan terjadi di masa depan
b
r
Rumus: S + will + V1 + O
r
Contoh:
- “I will finish my work tomorrow” (Saya akan menyelesaikan pekerjaan saya besok)
r - “The weather will be hot in August” (Cuaca akan panas di bulan Agustus)
r
r
7. Simple Past Future Tense
r
Digunakan untuk:
- Aksi yang akan terjadi di masa lalu
- Menunjukkan kondisi yang akan terjadi jika syarat terpenuhi
r
r
Rumus: S + would + V1 + O
r
Contoh:
- “Alice came when I would go to the supermarket yesterday” (Alice datang ketika saya akan pergi ke supermarket kemarin)
r