Bayangkan bisa berbicara lancar dalam bahasa yang digunakan oleh lebih dari 1 miliar orang di dunia. Michella Wijaya membuktikan bahwa hal itu bukan sekadar impian. Di usia 24 tahun, ia sudah menjabat sebagai business manager di perusahaan teknologi ternama, dan kunci kesuksesannya adalah kemampuan berbahasa Mandarin. Bagaimana ia melakukannya? Simak kisah inspiratifnya berikut ini!
Alasan Pentingnya Belajar Bahasa Mandarin
Michella menyadari sesuatu yang mungkin belum kamu sadari: Tiongkok bukan hanya negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia, tapi juga produsen berbagai produk yang kita gunakan sehari-hari. Dari smartphone hingga mobil listrik, banyak barang yang kita pakai berasal dari sana. Ini membuat bahasa Mandarin menjadi salah satu skill paling berharga di dunia kerja saat ini.
“Di zaman sekarang, apapun yang kita pakai kebanyakan adalah barang produksi Tiongkok,” ujar Michella. “Jadi secara tidak langsung, kita bisa bilang bahwa ekonomi mengarah ke Tiongkok. Itulah kenapa aku sangat termotivasi untuk belajar bahasa Mandarin.”
Kemampuan berbahasa Mandarin membuka pintu ke berbagai peluang karier internasional. Banyak perusahaan multinasional mencari karyawan yang bisa berkomunikasi langsung dengan mitra bisnis dari Tiongkok. Jika kamu ingin meningkatkan nilai jual di dunia kerja, belajar bahasa Mandarin bisa jadi langkah strategis. Tugasin punya layanan joki tugas bahasa asing yang bisa membantumu memahami materi dengan lebih cepat!
Kisah Michella Belajar Mandarin Dari Dasar
Menariknya, Michella sebenarnya sudah belajar bahasa Mandarin sejak SD, tapi ia tidak terlalu serius. Ia baru benar-benar mendalaminya saat mengambil S2 di University of Nottingham, Tiongkok. “Aku merasa bahasa Mandarin itu bahasa dewa. Dulu, aku enggak ada sama sekali kepikiran kuliah ke China,” akunya.
Awalnya, kemampuan Michella masih di level HSK 2 atau 3, yang tergolong dasar. Namun, ia tidak menyerah. Ia memanfaatkan setiap kesempatan untuk belajar, baik di kampus maupun di luar kelas. “Kalau ditanya belajar bahasa Mandarin dari kapan, ya dari S2,” katanya.
Kisah Michella membuktikan bahwa tidak ada kata terlambat untuk memulai. Bahkan jika kamu merasa sudah ketinggalan, dengan tekad dan strategi yang tepat, kamu bisa mengejar ketertinggalan. Jika kamu butuh bantuan untuk memahami materi bahasa Mandarin, Tugasin menyediakan jasa joki makalah dan karya ilmiah yang bisa membantumu menyelesaikan tugas dengan lebih mudah.
Tips Efektif Belajar Bahasa Mandarin Dengan Native Speaker
Salah satu kunci kesuksesan Michella adalah belajar langsung dengan native speaker. Ia mengambil kelas di Zhejiang University dan juga mengikuti program di Cetta Mandarin. “Hal yang membedakan adalah laoshi-nya yang adalah native speaker,” ujarnya.
Apa keuntungannya belajar dengan native speaker? Michella menjelaskan, “Kalau kita ngomong dengan native yang tidak bisa bahasa Indonesia, kita harus berusaha memahami pembicaraan. Dan hal itu menurutku berperan sangat penting. Karena, bahasa itu adalah sesuatu yang harus kita latih dan bukan dihafalkan.”
Selain itu, Cetta Mandarin juga menawarkan pengalaman belajar yang lebih interaktif. “Enggak sekadar les, lalu langsung pulang saja. Biasanya, di tempat les lain, kita mendengarkan penjelasan guru dan kita mencatat saja. Namun, di Cetta, ada kegiatan pergi untuk bonding bersama teman-teman lainnya,” kata Michella.
Belajar bahasa asing memang membutuhkan usaha ekstra, tapi dengan metode yang tepat, prosesnya bisa lebih menyenangkan. Jika kamu kesulitan memahami materi atau menyelesaikan tugas bahasa Mandarin, Tugasin siap membantumu dengan jasa joki tugas yang profesional dan terpercaya.
Mengatasi Tantangan Belajar Bahasa Mandarin
Setiap perjalanan pasti ada tantangannya, termasuk belajar bahasa Mandarin. Michella mengakui bahwa motivasi adalah tantangan terbesarnya. “Menurutku motivasi, sih. Bagiku, semua pelajaran itu susah, enggak ada yang gampang. Namun, kalau memang kita termotivasi untuk melakukan hal tersebut, pasti kita bisa mempelajarinya dengan lancar,” katanya.
Selain motivasi, bahasa Mandarin memang memiliki tingkat kesulitan tersendiri. Mulai dari menghafal hanzi hingga memahami nada-nada yang berbeda. Michella juga punya banyak aktivitas, tapi ia tetap bisa mengatur waktunya dengan baik. “Mengatur waktu itu bisa, sih. Aku percaya bahwa semua orang itu bisa mengatur waktunya dengan baik. Mungkin pada saat itu, dia belum memprioritaskannya saja,” ujarnya.
Apa kunci Michella dalam mengatasi tantangan ini? Ia selalu mengingat tujuannya. “Kalau kamu enggak ada tujuannya, motivasinya bakal makin hilang,” katanya. Jadi, sebelum mulai belajar, tentukan dulu alasanmu. Apakah untuk karier, studi, atau sekadar hobi? Dengan tujuan yang jelas, kamu akan lebih mudah menemukan motivasi.
Langkah Awal Belajar Bahasa Mandarin Untuk Pemula
Michella punya pesan untuk kamu yang ingin mulai belajar bahasa Mandarin: jangan takut untuk mencoba. “Yang paling penting itu enggak usah takut, sih. Coba dulu saja, mungkin di awal ngerasa susah. Ya, mungkin akan sedikit tertampar realitas, kalau semua barang yang kalian pakai itu juga dari Tiongkok,” katanya.
Apa langkah pertama yang harus kamu lakukan? Michella menyarankan untuk mulai dari dasar. Pelajari pelafalan, nada, dan kosakata sederhana. Kamu bisa mengikuti kelas pemula seperti Chuji Shang Intensif yang setara dengan HSK 1. Di kelas ini, kamu akan mempelajari dasar-dasar bahasa Mandarin, mulai dari nada hingga percakapan sederhana.
Belajar bahasa asing memang tidak mudah, tapi dengan konsistensi dan strategi yang tepat, kamu pasti bisa menguasainya. Jika kamu butuh bantuan untuk memastikan tugasmu bebas plagiarisme, Tugasin menyediakan jasa cek plagiarisme yang akurat dan terpercaya.
Ayo, mulai langkahmu sekarang! Seperti Michella, kamu juga bisa menguasai bahasa Mandarin dan membuka pintu ke berbagai peluang karier yang lebih luas. Ingat, setiap ahli dulunya adalah pemula. Jangan takut untuk memulai, dan teruslah berusaha!