Beasiswa

20 Istilah Study Abroad yang Wajib Kamu Kuasai Sebelum Kuliah Luar Negeri

Mimpi kuliah di luar negeri semakin dekat? Jangan sampai gagal paham gara-gara istilah-istilah asing yang bikin pusing! Banyak mahasiswa Indonesia yang sudah siap secara akademik, tapi justru kebingungan saat menemukan istilah study abroad yang belum pernah didengar sebelumnya. Padahal, memahami istilah-istilah ini krusial banget untuk proses pendaftaran universitas, beasiswa, hingga adaptasi di kampus nanti.

Tenang, Tugasin sudah merangkum 20 istilah study abroad yang wajib kamu kuasai sebelum melangkah lebih jauh. Yuk, simak penjelasannya satu per satu agar persiapanmu makin matang dan nggak ada lagi istilah yang bikin kamu garuk-garuk kepala!

Perbedaan College dan University – Jangan Salah Paham!

Pertama-tama, kamu perlu tahu perbedaan mendasar antara college dan university. Meskipun sama-sama berarti perguruan tinggi, keduanya punya perbedaan signifikan di sistem pendidikan luar negeri.

  • College biasanya menawarkan program diploma dengan durasi 2-3 tahun. Di Indonesia, ini setara dengan sekolah tinggi atau akademi. Program yang ditawarkan lebih fokus pada keterampilan praktis dan siap kerja.
  • University adalah perguruan tinggi yang menawarkan program sarjana (S1), magister (S2), hingga doktor (S3). Universitas memiliki fasilitas penelitian yang lebih lengkap dan program akademik yang lebih beragam.

Jadi, kalau kamu ingin langsung mengambil gelar sarjana, pastikan memilih university ya! Tapi kalau kamu butuh keterampilan praktis dalam waktu singkat, college bisa jadi pilihan tepat.

Jenis Degree Pendidikan Luar Negeri – Mana yang Cocok untuk Kamu?

Degree atau gelar akademik di luar negeri punya beberapa jenis yang perlu kamu pahami. Setiap jenjang punya tujuan dan durasi yang berbeda. Ini dia penjelasannya:

  • Associate Degree – Setara dengan diploma di Indonesia, ditempuh dalam 2 tahun. Cocok untuk kamu yang ingin cepat bekerja atau melanjutkan ke jenjang sarjana.
  • Bachelor Degree – Gelar sarjana (S1) dengan durasi 3-4 tahun tergantung negara dan jurusan.
  • Master Degree – Gelar magister (S2) yang biasanya ditempuh dalam 1-2 tahun setelah menyelesaikan S1.
  • Doctoral Degree – Gelar doktor (S3) yang fokus pada penelitian dan biasanya memakan waktu 3-5 tahun.

Ada juga Double Degree, lho! Program ini memungkinkan kamu mendapatkan dua gelar sekaligus dari dua universitas berbeda. Misalnya, kamu bisa dapat gelar S1 dari universitas di Indonesia dan Australia dalam waktu bersamaan. Menarik, kan?

Butuh bantuan menyusun proposal atau makalah untuk pendaftaran double degree? Tugasin siap membantumu dengan jasa joki makalah yang profesional dan terpercaya!

Program Double Degree dan Pathway – Jalan Pintas Kuliah Luar Negeri

Selain double degree, ada juga Pathway Program atau Foundation Program. Program ini dirancang khusus untuk mahasiswa internasional agar bisa beradaptasi dengan sistem pendidikan di luar negeri.

Apa saja yang dipelajari dalam pathway program?

  • Kemampuan bahasa Inggris akademik
  • Metode belajar di negara tujuan
  • Materi dasar jurusan yang akan diambil
  • Budaya akademik di kampus luar negeri

Pathway program biasanya berlangsung selama 1 tahun dan banyak ditawarkan di negara-negara seperti Amerika Serikat, Inggris, Australia, dan Kanada. Program ini sangat membantu, terutama jika kamu belum memenuhi syarat bahasa atau akademik untuk langsung masuk ke program sarjana.

Jenjang Undergraduate dan Postgraduate – Pahami Perbedaannya!

Dua istilah ini sering bikin bingung, padahal penting banget untuk kamu pahami:

  • Undergraduate: Jenjang pendidikan sarjana (S1). Program ini disebut undergraduate program.
  • Postgraduate: Jenjang pendidikan setelah sarjana, yaitu S2 dan S3. Di beberapa negara seperti Australia, postgraduate dibagi menjadi dua jenis:
    • Postgraduate Coursework: Program S2 dengan metode pembelajaran seperti kuliah reguler, tugas, dan ujian. Biasanya tidak mengharuskan tesis.
    • Postgraduate Research: Program S2 yang fokus pada penelitian mandiri di bawah bimbingan supervisor atau profesor pembimbing.

Untuk program postgraduate research, memilih supervisor yang tepat sangat krusial. Supervisor akan membimbingmu selama penelitian, jadi pastikan kamu memilih yang sesuai dengan minat dan bidang studimu.

Ada juga Post-Doctoral Research, yaitu penelitian lanjutan setelah menyelesaikan S3. Program ini biasanya diambil oleh mereka yang ingin fokus pada karir akademik atau penelitian.

Perbedaan Scholarship dan Fellowship – Mana yang Lebih Menguntungkan?

Saat mencari beasiswa, kamu pasti akan menemukan istilah scholarship dan fellowship. Meski sama-sama memberikan bantuan finansial, keduanya punya perbedaan:

  • Scholarship/Beasiswa: Bantuan finansial yang diberikan berdasarkan prestasi akademik, bakat, atau kebutuhan finansial. Beasiswa bisa mencakup biaya kuliah, biaya hidup, atau keduanya.
  • Fellowship: Bentuk beasiswa yang lebih spesifik, biasanya untuk jenjang pascasarjana. Fellowship fokus pada pengembangan profesional di bidang tertentu dan sering kali mencakup pelatihan atau penelitian.

Selain itu, ada juga istilah Self-Funded, yaitu biaya studi ditanggung sepenuhnya oleh pribadi. Tapi tenang, ada banyak pilihan beasiswa yang bisa kamu coba!

Jenis Beasiswa Fully dan Partially Funded – Pilih Mana?

p>Saat mencari beasiswa, kamu akan menemukan dua jenis utama:


Tim Redaksi
Tim Redaksi

satuberita

Website
Butuh Bantuan dengan Tugasmu?

Tim ahli kami siap membantu kamu menyelesaikan tugas dengan cepat dan berkualitas.

Konsultasi Gratis