Pernah nonton film Memoirs of a Geisha dan penasaran dengan sosok misterius berkimono elegan itu? Geisha Jepang memang sering disalahpahami sebagai sekadar penghibur biasa. Padahal, mereka adalah penjaga tradisi seni dan budaya yang punya cerita panjang di balik riasan putih dan senyum anggunnya. Yuk, kita kupas tuntas tentang geisha – dari arti sebenarnya hingga fakta menarik yang jarang diketahui!
Arti Dan Asal Usul Kata Geisha
Kata ‘geisha’ (芸者) bukan sekadar istilah biasa, lho. Dalam bahasa Jepang, kata ini terdiri dari dua karakter kanji: 芸 (gei) yang berarti ‘seni’ dan 者 (sha) yang berarti ‘orang’. Jadi, secara harfiah geisha adalah ‘seniman’ atau ‘orang yang ahli dalam seni’. Mereka adalah profesional yang menghibur melalui tarian, musik, dan percakapan cerdas – bukan sekadar penghibur biasa.
Di Kyoto, geisha dikenal dengan sebutan geiko (芸妓), sementara maiko (舞妓) adalah sebutan untuk calon geisha yang masih dalam masa pelatihan. Perbedaan keduanya nggak cuma soal nama, tapi juga penampilan dan tingkat keahliannya. Kalau kamu butuh bantuan untuk memahami budaya Jepang lebih dalam, Tugasin punya jasa joki makalah yang bisa membantu tugas kuliahmu tentang budaya Asia!
- Geiko: Geisha profesional yang sudah menyelesaikan pelatihan
- Maiko: Calon geisha berusia 15-20 tahun dengan riasan dan busana lebih mencolok
Sejarah Singkat Geisha Dari Masa Ke Masa
Cerita geisha dimulai pada abad ke-18 di era Edo. Awalnya, profesi ini justru dilakukan oleh laki-laki yang disebut taikomochi (太鼓持) sekitar tahun 1730. Mereka menghibur tamu di rumah teh dengan permainan dan humor. Baru pada tahun 1750, perempuan mulai mengambil peran ini sebagai penari (odoriko) dan pemain shamisen. Sejak tahun 1780, profesi geisha mulai didominasi oleh perempuan dan menjadi simbol budaya Jepang.
Sayangnya, Perang Dunia II membuat jumlah geisha menurun drastis. Kini, mereka lebih fokus pada pelestarian tradisi dan hanya bisa ditemukan di beberapa kota seperti Kyoto, Tokyo, dan Kanazawa. Geisha tinggal di distrik khusus bernama hanamachi (花街) dan menetap di rumah pelatihan yang disebut okiya (置屋).
Pekerjaan Dan Tugas Geisha Yang Sebenarnya
Banyak yang mengira geisha hanya sekadar penghibur, padahal pekerjaan mereka jauh lebih kompleks. Di rumah teh (ochaya), geisha menghibur tamu dengan berbagai keterampilan seni tradisional. Berikut tugas utama mereka:
- Tachikata: Menari tarian tradisional Jepang dengan gerakan anggun
- Jikata: Memainkan alat musik shamisen dan bernyanyi
- Percakapan Cerdas: Mengajak tamu berbincang, bermain kuis, atau permainan tradisional
- Upacara Teh: Menyiapkan dan menyajikan teh dengan etiket sempurna