Budaya Jepang

5 Cerita Pendek Bahasa Jepang Paling Seru untuk Belajar Yuk Baca Sekarang

Mau belajar bahasa Jepang tapi bosan dengan buku teks yang kaku? Coba deh baca cerita pendek bahasa Jepang! Selain seru dan menghibur, cerita-cerita ini juga bisa bikin kamu lebih paham kosakata, tata bahasa, dan budaya Jepang secara alami. Tugasin sudah siapkan 5 cerita pendek bahasa Jepang paling menarik beserta terjemahannya. Yuk, langsung baca dan rasakan manfaatnya!

Manfaat Membaca Cerita Pendek Bahasa Jepang

Sebelum masuk ke ceritanya, kamu perlu tahu nih kenapa membaca cerita pendek itu efektif untuk belajar bahasa Jepang. Pertama, cerita pendek biasanya menggunakan bahasa yang lebih sederhana dan mudah dipahami, cocok banget buat pemula. Kedua, kamu bisa belajar kosakata baru dalam konteks yang nyata, jadi lebih mudah diingat. Ketiga, cerita pendek sering kali mengandung nilai moral atau budaya Jepang yang bisa menambah wawasanmu.

Terakhir, membaca cerita pendek itu menyenangkan! Kamu nggak akan merasa seperti sedang belajar, tapi lebih seperti menikmati sebuah kisah. Jadi, siap-siap deh ketagihan baca cerita bahasa Jepang. Kalau kamu butuh bantuan lebih lanjut untuk memahami teks bahasa Jepang, Tugasin punya jasa joki tugas yang bisa membantumu mengerjakan tugas bahasa asing dengan mudah dan cepat!

Cerita Tikus dan Sumo Beserta Terjemahannya

ネズミの相撲 (Nezumi no Sumō)

Di sebuah desa kecil, hiduplah seorang kakek dan nenek yang miskin. Suatu hari, kakek pergi ke gunung untuk memotong rumput. Di sana, ia melihat dua ekor tikus—satu gemuk dan satu kurus—sedang bertanding sumo. Tikus kurus selalu kalah, membuat kakek merasa kasihan. Setelah pulang, kakek dan nenek memutuskan untuk membuat mochi dari beras yang mereka simpan untuk tahun baru dan memberikannya kepada tikus kurus.

Keesokan harinya, kakek melihat tikus kurus menang melawan tikus gemuk. Ternyata, tikus kurus menjadi kuat setelah memakan mochi yang diberikan kakek. Mendengar cerita ini, tikus gemuk iri dan meminta mochi juga. Kakek dan nenek pun membuat mochi lagi dan menaruhnya di loteng bersama dua buah fundoshi (kain cawat) merah sebagai pengganti mawashi (sabuk sumo). Malamnya, tikus gemuk datang dan memakan mochi tersebut. Sebagai ucapan terima kasih, tikus gemuk meninggalkan uang emas.

Terjemahan:

Pada zaman dahulu kala, hiduplah seorang kakek dan nenek. Suatu hari, kakek melihat dua ekor tikus—satu gemuk dan satu kurus—sedang bertanding sumo. Tikus kurus selalu kalah hingga kakek merasa kasihan. Mereka membuat mochi untuk tikus kurus, yang kemudian membuatnya kuat dan bisa mengalahkan tikus gemuk. Tikus gemuk iri dan meminta mochi juga. Kakek dan nenek membuat mochi lagi dan menaruhnya bersama fundoshi merah. Tikus gemuk datang, memakan mochi, dan meninggalkan uang emas sebagai hadiah. Sejak itu, kedua tikus sering bertanding sumo dengan fundoshi merah, dan penontonnya adalah kakek yang senang.

Nilai Moral: Kebaikan akan selalu dibalas dengan kebaikan. Jangan iri pada keberhasilan orang lain, karena setiap orang punya jalan hidupnya masing-masing.

Kakek dengan Benjolan di Pipi dan Pesan Moralnya

こぶ取り爺さん (Kobu Tori Jii-san)

Ada dua orang kakek bertetangga yang sama-sama memiliki benjolan di pipi. Suatu malam, salah satu kakek mendengar suara nyanyian dan genderang dari arah gunung. Ia mengintip dan melihat para raksasa sedang berpesta. Karena merasa terhibur, kakek ikut menari hingga para raksasa terkesima. Sebagai hadiah, raksasa mengambil benjolan di pipi kakek tanpa rasa sakit.

Kakek tetangga yang iri mendengar cerita ini dan memutuskan untuk pergi ke pesta raksasa malam berikutnya. Namun, karena ketakutan, ia tidak bisa menari dengan baik. Raksasa marah dan menempelkan benjolan ke pipi kakek yang satunya lagi, membuatnya memiliki dua benjolan.

Terjemahan:

Dua orang kakek bertetangga memiliki benjolan di pipi. Salah satu kakek menemukan pesta raksasa dan menari dengan baik hingga benjolannya diambil. Kakek tetangga yang iri mencoba hal yang sama, tetapi karena ketakutan, ia tidak bisa menari dengan baik. Raksasa marah dan menempelkan benjolan ke pipi kakek yang satunya, membuatnya memiliki dua benjolan.

Nilai Moral: Jangan iri pada keberhasilan orang lain tanpa mengetahui usaha di baliknya. Setiap orang memiliki kemampuan dan keberuntungan yang berbeda.

Tudung Kepala Ajaib dalam Cerita Rakyat Jepang

聞き耳頭巾 (Kikimimi Zukin)

Seorang kakek baik hati membantu anak rubah yang kesulitan memetik buah. Sebagai ucapan terima kasih, ibu rubah memberikan tudung kepala ajaib yang bisa membuat pemakainya mengerti bahasa binatang. Suatu hari, kakek mendengar percakapan burung gagak tentang penyakit putri seorang tuan tanah yang disebabkan oleh kutukan pohon kusunoki. Kakek memberitahu tuan tanah, yang kemudian memindahkan gudangnya. Putrinya sembuh, dan tuan tanah memberikan hadiah berlimpah kepada kakek.

Terjemahan:

Kakek membantu anak rubah memetik buah. Ibu rubah memberikan tudung kepala ajaib sebagai ucapan terima kasih. Kakek bisa mengerti bahasa binatang dan mengetahui penyebab penyakit putri tuan tanah. Setelah gudang dipindahkan, putri sembuh, dan tuan tanah memberikan hadiah kepada kakek.

Nilai Moral: Kebaikan akan selalu berbuah manis. Selalu hargai bantuan yang diberikan orang lain, sekecil apapun itu.

Ada banyak cerita rakyat Jepang lainnya yang bisa kamu eksplor untuk belajar bahasa dan budaya. Kalau kamu kesulitan memahami teks bahasa Jepang atau butuh bantuan untuk tugas makalah, Tugasin siap membantumu dengan jasa joki makalah dan karya ilmiah yang profesional dan terpercaya!

Kelinci Putih dari Inaba dan Kisahnya

因幡の白兎 (Inaba no Shiro Usagi)

Seekor kelinci putih ingin menyeberang dari pulau Oki ke daratan Inaba (sekarang Prefektur Tottori). Ia menipu ikan hiu untuk berbaris agar bisa menyeberang. Saat hampir sampai, kelinci mengaku telah menipu mereka. Ikan hiu marah dan mencabut bulu kelinci hingga telanjang. Kelinci yang kesakitan bertemu sekelompok pria yang memberinya saran buruk. Untungnya, seorang pria baik hati (adik dari kelompok tersebut) menolongnya dengan memberikan saran yang benar.

Terjemahan:

Kelinci putih ingin menyeberang ke Inaba dan menipu ikan hiu agar berbaris. Saat hampir sampai, kelinci mengaku telah menipu mereka, dan ikan hiu mencabut bulunya. Kelinci bertemu sekelompok pria yang memberikan saran buruk, tetapi adik dari kelompok tersebut menolongnya dengan memberikan saran yang tepat.

Nilai Moral: Kejujuran adalah hal yang penting. Jangan menipu orang lain, karena kebohongan akan selalu terungkap. Selain itu, selalu hargai orang yang memberikan bantuan dengan tulus.

Gunung Kachi Kachi Cerita Rakyat yang Menghibur

かちかち山 (Kachi Kachi Yama)

Seekor rakun jahat memakan bibit yang ditanam kakek dan memukul nenek hingga meninggal. Seekor kelinci berniat membalas dendam. Kelinci mengajak rakun mengumpulkan kayu bakar dan membakarnya dari belakang. Rakun terluka bakar, dan kelinci berpura-pura mengobatinya dengan mengoleskan sambal. Akhirnya, kelinci mengajak rakun memancing dengan perahu dari lumpur. Perahu rakun tenggelam, dan kelinci berhasil membalas dendam.

Terjemahan:

Rakun memakan bibit kakek dan membunuh nenek. Kelinci membalas dendam dengan membakar kayu bakar yang dipanggul rakun lalu mengoleskan sambal ke luka bakarnya. Kelinci mengajak rakun memancing dengan perahu lumpur yang akhirnya tenggelam.

Nilai Moral: Kejahatan tidak akan pernah menang. Kebaikan dan kecerdikan akan selalu mengalahkan kejahatan.

Setelah membaca kelima cerita di atas, kamu pasti sudah lebih paham tentang bahasa dan budaya Jepang, kan? Kalau kamu masih kesulitan dengan tugas bahasa Jepang atau butuh bantuan untuk memastikan karya ilmiahmu bebas plagiarisme, Tugasin punya jasa cek plagiarisme. Dengan layanan ini, kamu bisa memastikan tulisanmu original dan siap dikumpulkan!


Tim Redaksi
Tim Redaksi

satuberita

Website
Butuh Bantuan dengan Tugasmu?

Tim ahli kami siap membantu kamu menyelesaikan tugas dengan cepat dan berkualitas.

Konsultasi Gratis