Edukasi

Raih Beasiswa LPDP ke Australia Meski Disabilitas – Ini Kisah Inspiratif Antony

Mimpi untuk kuliah di luar negeri sering dianggap mustahil bagi sebagian orang, apalagi jika kamu penyandang disabilitas. Tapi Antony Tsaputra membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk meraih beasiswa LPDP ke Australia. Kisahnya menginspirasi banyak orang bahwa dengan tekad kuat, segala rintangan bisa dilalui. Mau tahu bagaimana perjuangannya? Simak cerita lengkapnya di sini!

Perjalanan Antony Raih Beasiswa LPDP

Sejak SMP, Antony sudah bermimpi menginjakkan kaki di luar negeri. Namun, ejekan teman-temannya justru menjadi cambuk semangat baginya. “Bagaimana kamu bisa ke luar negeri kalau ke sekolah saja selalu didorong kursi roda?” ujar mereka. Tapi Antony tidak peduli. Ia lebih percaya pada usaha dan pertolongan Tuhan daripada omongan orang lain.

Perjalanan akademisnya dimulai dengan meraih gelar S1 di Universitas Andalas melalui Beasiswa Bung Hatta. Kemudian, ia melanjutkan S2 di Griffith University, Australia, dengan beasiswa penuh Plus Disability Package dari Pemerintah Australia. Tak puas sampai di situ, Antony terus mengejar mimpinya hingga akhirnya berhasil mendapatkan Beasiswa LPDP untuk studi S3 di University of New South Wales (UNSW), Australia.

Jika kamu juga ingin meraih beasiswa seperti Antony, Tugasin bisa membantumu mempersiapkan dokumen dan proposal beasiswa yang kuat. Cek layanan joki makalah kami untuk hasil yang lebih maksimal!

Tantangan Penyandang Disabilitas Dapat Beasiswa

Proses seleksi beasiswa LPDP bukan tanpa hambatan bagi Antony. Saat tes substantif, ia harus melewati tangga tinggi untuk sampai di ruang ujian. Dengan bantuan ayah dan seorang peserta lain, Antony digendong naik-turun tangga. Meski melelahkan, semangatnya tak surut sedikit pun.

Hal serupa terjadi saat Persiapan Keberangkatan (PK). Sebagian kegiatan dilakukan di lantai dua tanpa akses kursi roda. LPDP bahkan menawarkan dispensasi, tapi Antony menolak. Baginya, PK adalah kesempatan berharga untuk belajar dan berinteraksi. Teman-teman sesama penerima beasiswa pun dengan ikhlas membantunya naik-turun tangga selama PK berlangsung.

“Baru pertama kali dalam hidup, saya mengalami rasa persaudaraan yang sangat kuat di antara para awardee dari berbagai daerah dan etnis di seluruh Indonesia,” ujar Antony.

Jika kamu menghadapi tantangan serupa dalam proses beasiswa, jangan ragu untuk meminta bantuan. Tugasin juga menyediakan jasa joki tugas untuk membantumu fokus pada persiapan beasiswa tanpa terbebani tugas kuliah.

Dukungan Keluarga dan Kampus di Australia

Merantau ke Australia bukan berarti Antony harus berjuang sendirian. LPDP memberikan anggaran tambahan untuk kebutuhan khususnya, termasuk didampingi keluarga. Antony tinggal bersama istri dan ayahnya di Sidney, yang selalu mendukung penuh selama studi berlangsung.

Kampus UNSW juga sangat mendukung dengan menyediakan reasonable accommodation seperti teknologi asistif dan aksesibilitas di fasilitas umum. Kedua pembimbingnya tidak hanya membimbing secara akademik, tapi juga memastikan Antony bisa belajar dengan nyaman.

Topik disertasi Antony tentang Disability Inclusive Budgeting, yang meneliti bagaimana penganggaran pemerintah bisa lebih inklusif bagi penyandang disabilitas. Jika kamu sedang menulis karya ilmiah atau disertasi, Tugasin bisa membantumu dengan jasa joki skripsi agar hasilnya lebih berkualitas.

Tips Sukses Dapat Beasiswa LPDP

Apa rahasia Antony bisa meraih beasiswa LPDP? Berikut beberapa tips yang bisa kamu terapkan:

  • Percaya pada diri sendiri – Jangan biarkan kata-kata negatif menghentikan mimpimu.
  • Fokus pada usaha – Lebih baik berkonsentrasi pada apa yang bisa kamu kontrol daripada mengkhawatirkan hal di luar kendali.
  • Manfaatkan dukungan keluarga – Dukungan mereka adalah motivasi terbesar dalam perjuanganmu.
  • Jangan takut meminta bantuan – Baik dari teman, kampus, atau layanan profesional seperti Tugasin. Kami siap membantumu dengan cek plagiarisme, penulisan makalah, hingga persiapan dokumen beasiswa.

Kontribusi Antony untuk Disabilitas di Indonesia

Selain fokus pada studinya, Antony juga aktif berkontribusi untuk komunitas disabilitas. Ia menjadi anggota UNSW International Students Sub Committee for Equity, Diversity, and Inclusion, serta penanggung jawab program difabel di PPIA (Perhimpunan Pelajar Indonesia di Australia) Pusat. Tahun lalu, ia membantu memasarkan produk kerajinan penyandang difabel dari Sumatera Barat di Australia.

Antony berharap kisahnya bisa menginspirasi penyandang disabilitas lainnya untuk tidak menyerah pada keterbatasan. “Pendidikan dan pengetahuan adalah modal penting untuk hidup mandiri. Penyandang disabilitas adalah kelompok yang berdaya dan mampu berkontribusi untuk negara,” ujarnya.

Di masa depan, Antony ingin membangun disability research centre untuk mengembangkan studi disabilitas di Indonesia. Ia berharap hasil risetnya bisa menjadi referensi pemerintah dalam mengembangkan kebijakan inklusif bagi penyandang disabilitas.

Kamu pun bisa meraih mimpi seperti Antony! Jangan biarkan apapun menghalangi langkahmu. Jika butuh bantuan dalam persiapan beasiswa atau tugas akademik, Tugasin siap membantumu. Kunjungi website kami dan temukan layanan yang sesuai dengan kebutuhanmu. Bersama, kita wujudkan impianmu!


Tim Redaksi
Tim Redaksi

satuberita

Website
Butuh Bantuan dengan Tugasmu?

Tim ahli kami siap membantu kamu menyelesaikan tugas dengan cepat dan berkualitas.

Konsultasi Gratis