Pernah nggak sih kamu bingung kenapa belajar bahasa Inggris itu kadang terasa sulit? Padahal kamu sudah rajin menghafal kosa kata, tapi tetap aja kalimatmu masih kaku dan kurang natural. Atau sebaliknya, kamu paham struktur kalimat tapi kosakatamu minim banget. Nah, dua hal ini—grammar dan vocab—adalah kunci utama yang sering bikin kamu stuck. Tapi, apa sih bedanya? Dan mana yang harus kamu kuasai dulu?
Di artikel ini, Tugasin bakal bahas tuntas perbedaan grammar dan vocab, plus tips praktis biar kamu bisa menguasai keduanya dengan lebih efektif. Yuk, simak sampai habis!
Pengertian Grammar Dan Fungsinya
Grammar itu ibarat aturan main dalam bahasa Inggris. Sama seperti SPOK (Subjek-Predikat-Objek-Keterangan) dalam bahasa Indonesia, grammar membantu kamu menyusun kata-kata menjadi kalimat yang benar dan mudah dipahami. Tanpa grammar, kalimatmu bisa jadi ambigu atau bahkan salah total. Misalnya:
- Salah: She go to school yesterday (kurang verb tense)
- Benar: She went to school yesterday
Grammar nggak cuma soal tata bahasa dasar, lho. Ada banyak jenisnya, seperti:
- Tenses – untuk menunjukkan waktu (past, present, future)
- Parts of Speech – kata benda, kata kerja, kata sifat, dll.
- Sentence Structure – susunan kalimat (simple, compound, complex)
- Punctuation – tanda baca yang bikin tulisanmu jelas
Tapi ingat, grammar aja nggak cukup. Kamu butuh vocab yang kaya biar bisa mengekspresikan ide dengan lebih tepat. Nah, sekarang kita bahas vocab, yuk!
Apa Itu Vocab Dan Jenis-Jenisnya
Vocab atau kosa kata adalah building blocks dari bahasa Inggris. Semakin banyak vocab yang kamu kuasai, semakin mudah kamu memahami dan menyampaikan pesan. Tapi, vocab nggak cuma soal menghafal kata-kata aja, lho. Ada beberapa jenis vocab yang perlu kamu tahu:
- Active Vocab – Kata-kata yang sering kamu gunakan dalam speaking dan writing. Contoh: happy, eat, run.
- Passive Vocab – Kata-kata yang kamu pahami tapi jarang digunakan. Contoh: _ubiquitous_ (ada di mana-mana), _ephemeral_ (sementara).
- Expressive Vocab – Kata-kata yang membantu kamu mengekspresikan perasaan atau ide. Contoh: frustrated, amazed, skeptical.
- Receptive Vocab – Kata-kata yang kamu pahami saat reading atau listening. Contoh: nonetheless, hence, albeit.
Kekuatan vocab terletak pada konteks. Misalnya, kata run bisa berarti berlari, mengelola (run a business), atau mengalir (runny nose). Makanya, penting banget buat kamu belajar vocab dalam kalimat, bukan cuma menghafal arti kata per kata.
Nah, sekarang pertanyaannya: grammar atau vocab, mana yang harus kamu pelajari lebih dulu? Kita bahas di bagian selanjutnya!
Grammar Atau Vocab – Mana yang Harus Dipelajari Lebih Dulu
Ada perdebatan klasik soal ini. Sebagian orang bilang, “Pelajari grammar dulu, baru vocab!”. Sebagian lagi bilang, “Vocab dulu, grammar belakangan!”. Tapi sebenarnya, keduanya sama-sama penting dan saling melengkapi. Coba bayangkan:
- Kalau kamu cuma fokus grammar tapi vocab minim → Kalimatmu benar tapi terbatas dan monoton.
- Kalau kamu cuma fokus vocab tapi grammar lemah → Kalimatmu kacau dan sulit dipahami.
Jadi, solusinya? Pelajari keduanya secara bersamaan! Kamu nggak perlu jago grammar dulu baru mulai belajar vocab, atau sebaliknya. Mulailah dengan dasar-dasar grammar (seperti tenses dan parts of speech) sambil terus menambah vocab. Dengan begitu, kemampuan bahasa Inggrismu bakal berkembang lebih cepat dan seimbang.
Tapi gimana caranya biar belajar grammar dan vocab nggak membosankan? Tenang, Tugasin punya tips praktis buat kamu!
Cara Mudah Tingkatkan Grammar Dan Vocab Secara Bersamaan
Ada banyak cara seru dan efektif buat meningkatkan grammar dan vocab tanpa harus duduk berjam-jam menghafal buku tebal. Ini dia beberapa tips yang bisa kamu coba:
1. Tonton Film atau Series dengan Subtitle Bahasa Inggris
Nonton film atau series favoritmu dengan subtitle bahasa Inggris itu salah satu cara paling asyik buat belajar. Kamu bisa:
- Mencatat kata-kata baru yang kamu dengar.
- Perhatikan bagaimana native speaker menyusun kalimat.
- Ulangi dialog yang menarik untuk latihan speaking.
Contoh film yang cocok buat pemula: Friends, Harry Potter, The Queen’s Gambit. Kalau kamu suka anime, coba tonton dengan subtitle Inggris biar makin terbiasa!
Butuh bantuan lebih lanjut untuk memahami grammar atau vocab dari film? Tugasin punya jasa joki tugas yang bisa membantumu menganalisis teks atau dialog bahasa Inggris dengan lebih mendalam.
2. Bergabung dengan Komunitas Belajar Bahasa Inggris
Di era digital ini, kamu bisa dengan mudah menemukan komunitas belajar bahasa Inggris di media sosial atau platform seperti Discord dan Reddit. Keuntungannya:
- Kamu bisa berlatih speaking dengan orang lain.
- Mendapatkan feedback langsung tentang grammar dan vocab yang kamu gunakan.
- Akses ke berbagai sumber belajar gratis, seperti worksheet atau video tutorial.
Beberapa komunitas yang bisa kamu coba: r/EnglishLearning (Reddit), English Learning Discord, atau grup Facebook seperti “Belajar Bahasa Inggris Bareng”.
3. Baca Buku atau Artikel dalam Bahasa Inggris
Membaca itu sangat efektif</strong) buat menambah vocab dan memahami grammar secara alami. Mulailah dengan bacaan yang sesuai dengan levelmu:</p
- Pemula</strong): Buku anak-anak atau komik (misalnya The Diary of a Wimpy Kid).
- Menengah: Novel ringan atau artikel berita (misalnya The Guardian, BBC Learning English).
- Mahir: Buku non-fiksi atau jurnal akademik.
Saat membaca, catat kata-kata baru dan coba pahami konteksnya. Kamu juga bisa menggunakan aplikasi seperti Quizlet</a) untuk membuat flashcard vocab.</p
4. Gunakan Aplikasi Belajar Bahasa Inggris Interaktif
Ada banyak aplikasi yang dirancang khusus untuk membantu kamu belajar grammar dan vocab dengan cara yang menyenangkan. Beberapa rekomendasi Tugasin:</p
- Duolingo – Cocok buat pemula yang suka belajar sambil bermain.</li
- Memrise</a) – Fokus pada vocab dan frasa sehari-hari.
- Babbel – Lebih terstruktur dan cocok buat yang serius belajar grammar.
Jangan lupa untuk konsisten ya! Luangkan waktu 15-30 menit setiap hari untuk belajar menggunakan aplikasi ini.</p
<h3)5. Praktikkan dengan Menulis atau Berbicara Setiap Hari</h3)
Teori aja nggak cukup. Kamu harus mempraktikkan</strong) apa yang sudah dipelajari. Coba deh:</p
- Menulis: Buat jurnal harian dalam bahasa Inggris, atau tulis cerita pendek. Kamu bisa minta bantuan Tugasin untuk mengoreksi tulisanmu</strong) agar lebih akurat.
- Berbicara: Rekam dirimu saat berbicara bahasa Inggris, lalu dengarkan kembali untuk mengevaluasi grammar dan vocab yang kamu gunakan.
- Shadowing: Tirukan cara native speaker berbicara (misalnya dari podcast atau YouTube) untuk melatih pronunciation dan intonasi.
Kalau kamu merasa kesulitan atau nggak punya waktu untuk belajar sendiri, Tugasin punya solusi buat kamu! Dengan jasa joki tugas bahasa Inggris</strong), kamu bisa mendapatkan bantuan untuk menyelesaikan tugas-tugas bahasa Inggrismu, mulai dari esai, makalah, hingga latihan grammar dan vocab. Jadi, kamu bisa fokus pada hal lain tanpa khawatir ketinggalan materi.
Terakhir, jangan lupa untuk selalu mengecek plagiarisme</strong) jika kamu menulis tugas atau makalah dalam bahasa Inggris. Tugasin menyediakan jasa cek plagiarisme</strong) yang akurat dan terpercaya, biar tulisanmu bebas dari masalah plagiarisme.
Jadi, siap untuk jago bahasa Inggris? Mulailah dengan tips-tips di atas dan jangan ragu untuk memanfaatkan bantuan dari Tugasin jika kamu butuh dukungan ekstra. Ingat, kunci utama adalah konsistensi dan praktik</strong). Semangat belajar!