Karir Internasional

Tes GMAT Bikin Deg-degan? Ini Rahasia Lulus dengan Skor Tinggi!

Mau lanjut S2 bisnis di luar negeri tapi bingung dengan tes GMAT? Tenang, kamu nggak sendirian! Tes yang satu ini memang jadi momok banyak calon mahasiswa karena sistemnya yang unik dan materi yang menantang. Tapi, dengan persiapan yang tepat, kamu bisa menaklukkan GMAT dan meraih skor tinggi untuk masuk universitas impian. Yuk, simak panduan lengkapnya di sini!

Apa Itu Tes GMAT dan Fungsinya

GMAT atau Graduate Management Admission Test adalah tes standar yang digunakan untuk menilai kemampuan analitis, kuantitatif, verbal, dan menulis dalam bahasa Inggris. Bedanya dengan tes bahasa lain seperti IELTS atau TOEFL, GMAT lebih fokus pada logika bisnis, pemecahan masalah, dan penalaran kritis. Ini karena tes ini dirancang khusus untuk calon mahasiswa program pascasarjana bisnis, seperti MBA, magister akuntansi, atau manajemen.

Lebih dari 7.000 program di 2.300 universitas di seluruh dunia menggunakan skor GMAT sebagai salah satu syarat penerimaan. Jadi, kalau kamu punya rencana melanjutkan studi di bidang bisnis, mempersiapkan GMAT sejak dini adalah langkah cerdas. Tapi, apa saja sih yang diujikan dalam tes ini?

Materi yang Diujikan dalam Tes GMAT

Tes GMAT terdiri dari empat sesi yang menguji berbagai kemampuanmu. Total waktu pengerjaan sekitar 3,5 jam, termasuk jeda. Berikut rinciannya:

  • Analytical Writing Assessment (AWA) – Kamu harus menulis esai analitis dalam 30 menit untuk mengukur kemampuan berpikir kritis dan menyampaikan ide.
  • Integrated Reasoning (IR) – Sesi ini menguji kemampuan menganalisis data dari grafik, tabel, dan teks dalam 30 menit. Ada 12 pertanyaan dengan format yang bervariasi.
  • Quantitative Reasoning – Mengukur kemampuan matematika dasar seperti aljabar, geometri, dan aritmatika. Kamu harus menyelesaikan 31 soal dalam 62 menit.
  • Verbal Reasoning – Menguji pemahaman bacaan, penalaran kritis, dan tata bahasa Inggris. Ada 36 soal yang harus diselesaikan dalam 65 menit.

Setiap sesi punya tantangannya sendiri. Misalnya, di sesi Quantitative Reasoning, kamu nggak cuma diuji kemampuan hitung-hitungan, tapi juga logika dan strategi menjawab soal. Jadi, latihan soal secara rutin sangat penting! Kalau kamu butuh bantuan untuk memahami materi lebih dalam, Tugasin punya layanan joki tugas yang bisa membantumu mempersiapkan diri dengan lebih efektif.

Sistem Penilaian dan Skor GMAT yang Bagus

GMAT menggunakan sistem Computer-Adaptive Test (CAT), artinya tingkat kesulitan soal akan menyesuaikan dengan kemampuanmu. Jika kamu menjawab benar, soal berikutnya akan lebih sulit. Sebaliknya, jika salah, soal akan lebih mudah. Skor akhir ditentukan berdasarkan jumlah jawaban benar dan tingkat kesulitan soal yang kamu jawab.

Skor GMAT berkisar antara 200-800, dengan rata-rata skor sekitar 552. Untuk bagian Quantitative Reasoning dan Verbal Reasoning, skor berkisar 0-60. Sedangkan Analytical Writing Assessment dinilai dengan skala 0-6, dan Integrated Reasoning 1-8. Setiap universitas punya standar skor yang berbeda, jadi pastikan kamu mengecek persyaratan program yang kamu incar.

Apa skor GMAT yang bagus? Tergantung universitas dan programnya. Misalnya, untuk masuk Harvard Business School, skor rata-rata GMAT adalah 730. Tapi, jangan khawatir kalau skor kamu belum setinggi itu. Banyak faktor lain yang juga dipertimbangkan, seperti pengalaman kerja dan esai. Jika kamu butuh bantuan untuk menulis esai atau makalah yang kuat, Tugasin menyediakan jasa joki makalah yang bisa membantumu menyusun karya ilmiah yang berkualitas.

Tips Sukses Menghadapi Tes GMAT

Tes GMAT memang menantang, tapi bukan berarti nggak bisa ditaklukkan. Berikut beberapa tips yang bisa kamu terapkan:

  • Kenali Format Tes – Pahami jenis soal dan waktu pengerjaan untuk setiap sesi. Ini akan membantumu mengatur strategi menjawab.
  • Latihan Soal Secara Rutin – Semakin sering berlatih, semakin terbiasa kamu dengan tipe soal GMAT. Gunakan buku atau platform latihan online.
  • Fokus pada Kelemahan – Identifikasi bagian mana yang paling sulit untukmu, lalu tingkatkan latihan di bagian tersebut.
  • Manajemen Waktu – Jangan terlalu lama di satu soal. Jika ragu, tandai dan lanjutkan ke soal berikutnya.
  • Simulasi Tes – Coba ikuti simulasi tes GMAT untuk membiasakan diri dengan tekanan waktu dan suasana tes.

Kalau kamu merasa kesulitan mempersiapkan diri sendirian, jangan ragu untuk mencari bantuan. Tugasin punya layanan joki tugas, joki skripsi, dan cek plagiarisme yang bisa membantumu fokus pada persiapan GMAT tanpa terbebani tugas-tugas lainnya.

Perbedaan GMAT dengan Tes Bahasa Lainnya

Banyak yang bingung apa bedanya GMAT dengan tes bahasa lain seperti TOEFL atau IELTS. Perbedaan utamanya ada pada tujuan dan materi tes. TOEFL dan IELTS lebih fokus pada kemampuan bahasa Inggris secara umum, sementara GMAT dirancang khusus untuk mengukur kemampuan analitis dan logika bisnis. Jadi, meskipun kamu sudah jago bahasa Inggris, kamu tetap perlu mempersiapkan diri untuk materi GMAT yang unik.

Ada juga tes GRE yang sering dibandingkan dengan GMAT. GRE lebih umum digunakan untuk program pascasarjana non-bisnis, sementara GMAT lebih spesifik untuk bidang bisnis dan manajemen. Jadi, pastikan kamu memilih tes yang sesuai dengan jurusan dan universitas tujuanmu.

Ayo, mulai persiapan GMAT-mu sekarang! Dengan strategi yang tepat dan latihan yang konsisten, kamu pasti bisa meraih skor tinggi dan mewujudkan impian kuliah di luar negeri. Kalau kamu butuh bantuan lebih lanjut, Tugasin</strong siap membantumu dengan berbagai layanan akademik yang bisa disesuaikan dengan kebutuhanmu. Jangan lupa untuk selalu cek plagiarisme agar karya ilmiahmu bebas dari masalah!


Tim Redaksi
Tim Redaksi

satuberita

Website
Butuh Bantuan dengan Tugasmu?

Tim ahli kami siap membantu kamu menyelesaikan tugas dengan cepat dan berkualitas.

Konsultasi Gratis