Kamu pasti sering denger kata omo pas nonton drama Korea atau variety show, kan? Ekspresi ini emang jadi favorit banyak orang karena suaranya yang unik dan maknanya yang penuh emosi. Tapi, apa sih sebenarnya arti omo dalam bahasa Korea? Dan gimana cara pakainya biar kedengeran natural kayak native speaker?
Di artikel ini, Tugasin bakal kupas tuntas semua hal tentang omo—mulai dari pengertian, variasi ekspresi, contoh penggunaan, sampai perbedaannya dengan aigoo. Jadi, kalau kamu lagi belajar bahasa Korea atau pengen ngomong lebih lancar, simak sampai habis, ya!
Pengertian Omo dalam Bahasa Korea
Omo (어머) adalah kata seru atau interjeksi dalam bahasa Korea yang digunakan untuk mengekspresikan rasa kaget, takjub, atau ketidakpercayaan. Mirip kayak kata “astaga!” atau “ya ampun!” dalam bahasa Indonesia. Kata ini biasanya diucapkan dengan nada tinggi dan ekspresif, terutama oleh perempuan, meski nggak menutup kemungkinan laki-laki juga pakai.
Dalam romanisasi, omo ditulis sebagai “eo-meo”, tapi pengucapannya lebih mirip “omo!” dengan nada naik. Kata ini termasuk dalam kategori interjeksi, yaitu kata yang muncul secara spontan untuk menunjukkan emosi langsung. Contohnya:
- 어머! 진짜야? → Omo! Jinjja-ya? → “Astaga! Beneran?”
- 어머, 대박! → Omo, daebak! → “Ya ampun, luar biasa!”
Kalau kamu pengen belajar lebih banyak kosakata Korea dari konteks asli, cek artikel Tugasin tentang Belajar Kosakata Bahasa Korea dari Lagu. Dijamin bikin belajarmu makin seru dan nggak monoton!
Omo juga sering dipakai berulang atau dikombinasikan dengan kata lain biar ekspresinya lebih kuat. Misalnya, “omo omo” atau “omo omo jinjja“. Kombinasi ini bikin percakapanmu jadi lebih hidup dan natural, lho!
Variasi Ekspresi Omo dan Artinya
Omo nggak cuma muncul sendirian, tapi juga punya variasi yang bikin ekspresimu makin berwarna. Yuk, kenalan sama beberapa variasi populer berikut ini!
Omo Omo (어머 어머)
Variasi ini dipakai untuk mengekspresikan kejutan yang lebih intens atau berulang. Biasanya diucapkan pas kamu merasa super kaget, tertekan, atau bahkan panik lucu. Contoh situasinya:
- Saat kamu lihat gebetanmu tiba-tiba muncul di acara reuni tanpa kabar.
어머 어머! 진짜 왔어?! → Omo omo! Jinjja wasseo?! → “Ya ampun ya ampun! Beneran dia datang?!”
Omo omo-nya di sini bikin ekspresi jadi lebih dramatis dan lucu, cocok banget buat situasi yang bikin kamu speechless!
Omo Omo Jinjja (어머 어머 진짜)
Ada tambahan kata “jinjja” (진짜) yang artinya “benar” atau “serius”. Kombinasi ini dipakai pas kamu benar-benar nggak percaya sama apa yang terjadi atau kamu dengar. Contohnya:
- Sahabatmu bilang dia baru menang undian liburan gratis ke Korea Selatan.
어머 어머 진짜?! → (Omo omo jinjja?!) → “Ya ampun ya ampun, seriusan?!”
Variasi ini emang paling ekspresif dan cocok banget buat situasi kaget campur kagum. Kalau kamu pengen ngomong kayak native speaker yang dramatis di K-Drama, wajib banget masuk ke kamus harianmu!
Butuh bantuan untuk belajar bahasa Korea lebih dalam? Tugasin punya solusinya! Kamu bisa pakai Jasa Joki Tugas untuk membantu menyelesaikan tugas bahasa Korea atau karya ilmiahmu dengan cepat dan tepat. Cek layanannya di sini!
Kapan Menggunakan Kata Omo dengan Tepat?
Omo memang ekspresi yang seru, tapi kapan sih waktu yang tepat buat pakainya? Dan kapan sebaiknya dihindari? Simak penjelasannya di bawah ini!
1. Saat Kaget Melihat atau Mendengar Sesuatu
Kamu bisa pakai omo pas ada hal mengejutkan terjadi. Misalnya, temanmu cerita dia kehilangan dompet di stasiun atau kamu tiba-tiba denger ada gempa kecil.
Contoh:
어머! 지갑 잃어버렸어?! → (Omo! Jigap ileobeoryeosseo?!) → “Ya ampun! Kamu kehilangan dompet?!”
2. Ketika Nggak Percaya dengan Situasi yang Dialami
Omo-nya cocok banget dipakai pas kamu nggak nyangka sesuatu bisa terjadi, entah karena terlalu aneh, lucu, atau luar biasa.
Contoh:
어머! 얘가 진짜 합격했어?! → (Omo! Yega jinjja hapgyeokhaesseo?!) → “Ya ampun! Dia beneran lulus?!”
3. Saat Mendengar Berita Mengejutkan (Positif atau Negatif)
Omo juga bisa diucapkan pas kamu denger berita yang bikin kamu bengong, baik karena senang, sedih, atau panik.
Contoh:
어머, 걔 결혼한대! → (Omo gye gyeolhonhandae!) → “Ya ampun dia mau nikah!”
Kapan Sebaiknya Hindari Menggunakan Omo?
Meskipun omo umum dipakai, tapi kata ini nggak cocok buat situasi formal atau profesional. Hindari mengucapkannya di tempat kerja, wawancara, atau pas ngobrol sama orang yang harus dihormati. Di situasi formal, pakai ekspresi kayak “아, 그래요?” (Ah, geuraeyo?) atau “정말입니까?” (Jeongmalimnikka?) aja.</p
Kalau kamu suka belajar bahasa Korea dari drama, jangan lupa cek artikel Tugasin tentang 90 Bahasa Gaul Korea yang Populer di Drama. Dijamin bikin kamu makin jago ngomong kayak native speaker!