Mau lulus JLPT N4 dengan nilai memuaskan? Salah satu kunci utamanya adalah menguasai pola causative させる (saseru) dan passive られる (rareru). Dua pola ini sering muncul dalam ujian dan percakapan sehari-hari, tapi banyak pelajar yang masih bingung membedakannya. Tenang, di artikel ini Tugasin akan membahas tuntas mulai dari pengertian, cara membentuk, contoh kalimat, hingga latihan soal yang bikin kamu makin siap menghadapi JLPT N4!
Pengertian Pola Causative dalam Bahasa Jepang
Pola causative atau bentuk penyebab digunakan ketika kamu ingin menyatakan “membuat seseorang melakukan sesuatu”. Pola ini punya dua nuansa, yaitu:
- Otoritas – ketika seseorang menyuruh orang lain melakukan sesuatu (misal: guru menyuruh murid)
- Memberi kesempatan – ketika seseorang mengizinkan orang lain melakukan sesuatu (misal: orang tua mengizinkan anak pergi)
Contoh sederhananya, kalau kamu ingin bilang “Ibu menyuruh saya makan sayur”, dalam bahasa Jepang kamu akan menggunakan pola causative. Tapi gimana sih cara membentuknya? Simak penjelasan berikut!
Cara Membentuk Pola Passive yang Benar
Berbeda dengan causative, pola passive atau bentuk pasif digunakan untuk menyatakan “mengalami sesuatu yang dilakukan oleh orang lain”. Pola ini sering digunakan dalam situasi:
- Ketika subjek mengalami tindakan dari orang lain (misal: “Saya dipuji oleh guru”)
- Dalam konteks resmi atau sopan (misal: berita, laporan)
Nah, supaya kamu nggak bingung lagi, yuk kita lihat cara membentuk kedua pola ini dengan benar. Jangan lupa catat ya, karena ini penting banget untuk ujian JLPT N4-mu!
Cara Membentuk Pola Causative (させる)
Ada tiga jenis kata kerja dalam bahasa Jepang, dan masing-masing punya cara pembentukan causative yang berbeda:
- U-verbs (五段動詞): Ubah akhiran “u” menjadi “a” + させる
- 書く (kaku) → 書かせる (kakaseru) → membuat menulis
- 行く (iku) → 行かせる (ikaseru) → membuat pergi
- Ru-verbs (一段動詞): Buang る + させる
- 食べる (taberu) → 食べさせる (tabesaseru) → membuat makan
- 見る (miru) → 見させる (misaseru) → membuat melihat
- Kata kerja tidak beraturan:
- する → させる (saseru)
- くる → こさせる (kosaseru)
Cara Membentuk Pola Passive (られる)
Sama seperti causative, pola passive juga dibentuk berdasarkan jenis kata kerjanya:
- U-verbs: Ubah akhiran “u” menjadi “a” + れる
- 書く (kaku) → 書かれる (kakareru) → ditulis
- 読む (yomu) → 読まれる (yomareru) → dibaca
- Ru-verbs: Buang る + られる
- 食べる (taberu) → 食べられる (taberareru) → dimakan
- 見る (miru) → 见られる (mirareru) → dilihat
- Kata kerja tidak beraturan:
- する → される (sareru)
- くる → こられる (korareru)
Kamu merasa kesulitan menghafal semua pola ini? Tenang, Tugasin punya solusi praktis untuk kamu yang butuh bantuan mengerjakan tugas bahasa Jepang. Cek jasa joki tugas kami untuk mendapatkan bantuan dari tutor berpengalaman!
Contoh Kalimat Causative dan Passive JLPT N4
Ayo kita lihat contoh kalimat nyata agar kamu lebih paham penggunaan kedua pola ini dalam konteks sehari-hari.
Contoh Kalimat Causative (させる)
- 母は私に野菜を食べさせました。 (Haha wa watashi ni yasai o tabesasemashita.) → Ibu menyuruh saya makan sayur.
- 先生は学生を立たせました。 (Sensei wa gakusei o tatasemashita.) → Guru menyuruh murid berdiri.
- 父は弟に部屋を掃除させた。 (Chichi wa otouto ni heya o souji saseta.) → Ayah menyuruh adik membersihkan kamar.
Contoh Kalimat Passive (られる)
- 彼は先生に褒められました. (Kare wa sensei ni homeraremashita.) → Dia dipuji oleh guru.
- 私は犬に手を噛まれました. (Watashi wa inu ni te o kamaremashita.) → Tangan saya digigit anjing.
- この本は多くの人に読まれています. (Kono hon wa ooku no hito ni yomareteimasu.) → Buku ini dibaca oleh banyak orang.
Dari contoh di atas, kamu bisa lihat perbedaan jelas antara causative dan passive. Kalau masih bingung, jangan khawatir! Tugasin punya jasa joki makalah yang bisa membantu kamu memahami materi ini dengan lebih mendalam.
Perbedaan Pola Causative dan Passive
Supaya kamu nggak salah lagi, yuk kita bandingkan kedua pola ini dalam tabel sederhana:
| Pola | Fungsi | Contoh Kalimat |
|---|---|---|
| させる (saseru) | Membuat/menyuruh seseorang melakukan sesuatu | (先生は学生に宿題をさせた。) Guru menyuruh murid mengerjakan PR. |
| られる (rareru) | Mengalami tindakan oleh orang lain | (宿題は先生に見られた。) PR dilihat oleh guru. |
Dengan tabel ini, kamu bisa lebih mudah membedakan kapan harus menggunakan causative dan kapan harus menggunakan passive. Ingat, kunci sukses JLPT N4 adalah latihan yang konsisten!
Latihan Soal Causative dan Passive untuk Persiapan JLPT N4
Sekarang saatnya menguji pemahamanmu! Coba terjemahkan kalimat-kalimat berikut ke dalam bahasa Jepang menggunakan pola causative atau passive yang tepat.
- Ibu menyuruh saya belajar bahasa Jepang.
- Guru menyuruh murid membaca buku.
- Saya dipuji oleh teman.
- Surat ini ditulis oleh ayah.
- Anak itu disuruh tidur lebih awal.
Sudah mencoba? Yuk, cek jawabannya di bawah ini!
- 母は私に日本語を勉強させました。
- 先生は学生に本を読ませました。
- 私は友達に褒められました。
- この手紙は父に書かれました。
- 子供は早く寝させられました。
t
t
t
t
t
Bagaimana? Apakah kamu bisa menjawab semua dengan benar? Kalau masih ada yang salah, jangan sedih! Tugasin siap membantu kamu dengan jasa joki tugas bahasa Jepang yang bisa membuatmu lebih paham dan siap menghadapi JLPT N4.
Kuasai pola causative dan passive bukan hanya soal menghafal, tapi juga memahami konteks penggunaannya. Dengan latihan yang konsisten, kamu pasti bisa menguasainya! Kalau kamu butuh bantuan lebih lanjut, jangan ragu untuk menggunakan layanan Tugasin. Kami siap membantu kamu meraih nilai terbaik di ujian bahasa Jepangmu!