Mau kuliah di luar negeri, apply beasiswa, atau melamar kerja di perusahaan multinasional? Tes bahasa Inggris jadi syarat wajib yang nggak bisa kamu hindari. Tapi, pilih yang mana – TOEFL, IELTS, TOEIC, atau PTE? Masing-masing tes punya tujuan, format, dan tingkat kesulitan berbeda. Kalau salah pilih, bisa-bisa usaha belajarmu jadi sia-sia.
Tenang, Tugasin bakal bantu kamu bedah tuntas perbedaan keempat tes ini. Mulai dari kegunaan, format ujian, skor, hingga tips memilih yang paling cocok dengan kebutuhanmu. Jangan sampai deh, udah belajar mati-matian tapi tesnya nggak diterima di tempat tujuan. Yuk, simak sampai habis!
Buat kamu yang butuh bantuan persiapan, Tugasin punya solusi praktis. Kamu bisa gunakan jasa joki tugas untuk membantu menyelesaikan tugas-tugas kuliah sementara kamu fokus belajar bahasa Inggris. Atau kalau butuh bimbingan lebih intensif, cek jasa joki makalah dan karya ilmiah untuk memastikan semua persyaratan akademikmu terpenuhi.
Pengertian TOEFL dan Kegunaannya
TOEFL (Test of English as a Foreign Language) adalah tes bahasa Inggris paling populer untuk keperluan akademik. Biasanya jadi syarat wajib buat kamu yang mau kuliah di Amerika Serikat, Kanada, atau negara-negara Eropa. Banyak universitas ternama seperti Harvard, Stanford, dan Oxford menerima skor TOEFL sebagai bukti kemampuan bahasa Inggris.
Selain untuk kuliah, beberapa beasiswa internasional dan perusahaan multinasional juga mewajibkan skor TOEFL. Jadi, bisa dibilang TOEFL adalah ‘paspor’ buat membuka peluang global. Tapi, tahukah kamu kalau TOEFL punya beberapa jenis?
Jenis-Jenis Tes TOEFL
- TOEFL iBT (Internet-based Test) – Paling umum digunakan saat ini dengan skor 0-120.
- TOEFL PBT (Paper-based Test) – Masih digunakan di beberapa negara dengan skor 310-677.
- TOEFL ITP (Institutional Testing Program) – Biasanya digunakan oleh kampus atau lembaga dengan skor 500-600.
Konversi Skor IELTS ke TOEFL
Pertanyaan yang sering muncul: