Bahasa Asing

Rahasia Kuliah di China dari Kak Oxy yang Sudah Berhasil Dua Kali!

Mimpi kuliah di China tapi bingung harus mulai dari mana? Tenang, kamu nggak sendirian! Kak Oxy Dara, mahasiswi Indonesia yang sudah dua kali merasakan pengalaman belajar di China, siap berbagi cerita dan tips berharga buat kamu. Dari sekolah bahasa hingga S2, Kak Oxy berhasil mewujudkan impiannya dengan kerja keras dan persiapan matang. Yuk, simak kisah lengkapnya dan temukan inspirasi untuk langkahmu berikutnya!

Alasan Memilih Kuliah di China

Kak Oxy memulai perjalanan akademiknya dengan mengambil jurusan Sastra Cina di Universitas Indonesia. Kecintaannya pada bahasa Mandarin membawanya pada dua kesempatan emas untuk belajar di China. Pertama, ia mengikuti program pelatihan bahasa di Beijing Language Culture University selama satu tahun. Setelah itu, ia melanjutkan studi S2 di Beijing Normal University jurusan linguistik. Tapi, apa sih yang membuat Kak Oxy begitu tertarik dengan China?

“Awalnya dari jurusan SMA yang fokus pada bahasa Jepang dan Mandarin. Akhirnya, aku memilih untuk mendalami bahasa Mandarin karena melihat peluang yang lebih besar,” ungkap Kak Oxy. Menurutnya, China menawarkan banyak kesempatan, mulai dari beasiswa yang menggiurkan hingga pengalaman belajar yang unik. Selain itu, kemampuan berbahasa Mandarin juga bisa menjadi nilai plus di dunia kerja, lho!

Kalau kamu masih ragu, ingatlah bahwa banyak mahasiswa Indonesia yang sudah sukses kuliah di China. Dengan persiapan yang tepat, kamu juga bisa meraih kesempatan yang sama. Jika kamu butuh bantuan untuk menyiapkan dokumen akademik seperti study plan atau makalah, Tugasin siap membantumu dengan jasa joki makalah dan karya ilmiah yang profesional dan terpercaya.

Syarat dan Proses Beasiswa Sekolah Bahasa di China

Salah satu pengalaman paling berharga Kak Oxy adalah mengikuti program pelatihan bahasa selama satu tahun di Beijing. Proses seleksinya ternyata cukup sederhana, hanya melalui pengumpulan berkas tanpa wawancara. Ini dia syarat-syarat yang perlu kamu siapkan jika ingin mengikuti jejaknya:

  • Paspor: Pastikan paspormu masih berlaku minimal 6 bulan.
  • Salinan ijazah atau transkrip nilai: Terjemahkan secara resmi dan tersumpah.
  • Study plan: Jelaskan alasanmu memilih program ini dan rencana studimu.
  • Surat rekomendasi: Mintalah kepada dosen atau guru yang mengenalmu dengan baik.
  • Medical check-up: Lakukan pemeriksaan kesehatan di rumah sakit yang ditunjuk.
  • Letter of Acceptance (LoA): Meskipun tidak wajib, LoA bisa meningkatkan peluangmu.

Ada kabar baik nih! Kamu nggak perlu memiliki sertifikat HSK untuk mengikuti program sekolah bahasa ini. Selama di China, Kak Oxy merasa belajar bahasa Mandarin seperti bermain. Ia banyak berinteraksi dengan teman-teman lokal dan mengeksplorasi budaya China. “Saat di sana, aku benar-benar mengaplikasikan bahasa yang aku punya. Rasanya seperti belajar sambil jalan-jalan,” ceritanya.

Beasiswa untuk sekolah bahasa di China juga sangat menguntungkan. Kamu bisa mendapatkan biaya kuliah, tempat tinggal, asuransi kesehatan, dan buku secara gratis. Bahkan, ada tunjangan hidup sekitar 6 juta rupiah per bulan! Satu-satunya biaya yang perlu kamu tanggung sendiri adalah tiket pesawat pulang pergi Indonesia-China. Menarik, kan?

Tips Sukses Kuliah S2 di China

Setelah sukses dengan program bahasa, Kak Oxy melanjutkan studi S2 di Beijing Normal University. Persiapannya tentu lebih menantang dibandingkan program bahasa. Untuk jenjang S2, kamu perlu memiliki sertifikat HSK minimal level 5 dan juga mengambil tes HSK-K. Selain itu, medical check-up dan Letter of Acceptance (LoA) juga menjadi syarat penting.


Tim Redaksi
Tim Redaksi

satuberita

Website
Butuh Bantuan dengan Tugasmu?

Tim ahli kami siap membantu kamu menyelesaikan tugas dengan cepat dan berkualitas.

Konsultasi Gratis