Budaya

Bahasa Mandarin Tradisional vs Sederhana – Mana yang Lebih Mudah Kamu Pelajari

Pernah bingung kenapa ada dua jenis bahasa Mandarin yang berbeda? Kamu tidak sendirian! Banyak pelajar yang bertanya-tanya apa bedanya bahasa Mandarin tradisional dan sederhana, terutama saat mulai belajar. Padahal, memilih yang tepat bisa bantu kamu lebih cepat menguasai bahasa ini, lho.

Di artikel ini, Tugasin akan kupas tuntas perbedaan keduanya, mulai dari sejarah, karakteristik, hingga tips memilih mana yang lebih cocok untuk kamu pelajari. Siap-siap jadi lebih paham dan siap belajar Mandarin dengan lebih efektif!

Pengertian Bahasa Mandarin Tradisional Dan Sederhana

Bahasa Mandarin terbagi menjadi dua jenis aksara utama yang digunakan di wilayah berbeda. Pertama, bahasa Mandarin sederhana (简体中文) yang digunakan di Tiongkok Daratan, Singapura, dan Malaysia. Kedua, bahasa Mandarin tradisional (繁體中文) yang masih digunakan di Taiwan, Hong Kong, dan Makau.

Perbedaan utama terletak pada hanzi (aksara Tionghoa) yang digunakan. Aksara sederhana memiliki jumlah goresan lebih sedikit dan bentuk yang lebih simpel, sementara aksara tradisional mempertahankan bentuk asli dengan goresan lebih kompleks. Tapi bukan cuma itu, ada juga perbedaan dalam tanda baca dan beberapa kosakata yang digunakan.

Ingin tahu lebih dalam tentang sejarah di balik perbedaan ini? Simak penjelasan lengkapnya di bagian berikutnya!

Sejarah Penyederhanaan Bahasa Mandarin

Penyederhanaan bahasa Mandarin bukan terjadi begitu saja. Proses ini dimulai pada tahun 1950-an oleh pemerintah Tiongkok Daratan dengan tujuan mulia: meningkatkan tingkat literasi masyarakat. Bayangkan, pada masa itu, banyak warga yang kesulitan membaca karena aksara tradisional terlalu rumit.

Ada dua cara utama yang dilakukan dalam penyederhanaan ini:

  • Mengurangi jumlah goresan – Beberapa karakter disederhanakan dengan menghilangkan atau menggabungkan goresan tertentu
  • Mengganti komponen kompleks – Bagian-bagian yang sulit diganti dengan simbol atau komponen yang lebih mudah

Lalu, mengapa Taiwan dan Hong Kong tetap menggunakan aksara tradisional? Ada beberapa alasan penting:

  • Kondisi politik: Taiwan tidak berada di bawah pemerintahan Tiongkok Daratan saat penyederhanaan dilakukan
  • Identitas budaya: Aksara tradisional dianggap sebagai bagian penting dari warisan budaya Tionghoa
  • Akses informasi: Banyak dokumen dan literatur klasik yang masih menggunakan aksara tradisional

Menariknya, meski berbeda, kedua aksara ini tetap menggunakan sistem pinyin yang sama untuk pelafalan. Jadi, meski tulisannya beda, cara membacanya tetap sama!

Perbedaan Hanzi Tradisional Dan Sederhana

Ayo kita lihat perbedaan konkretnya! Berikut beberapa contoh karakter yang berbeda antara aksara tradisional dan sederhana:

Kata Aksara Tradisional Aksara Sederhana Jumlah Goresan
Cinta 13 vs 10
Negara 11 vs 8
Makan 13 vs 7
Matahari 17 vs 6

Perhatikan contoh


Tim Redaksi
Tim Redaksi

satuberita

Website
Butuh Bantuan dengan Tugasmu?

Tim ahli kami siap membantu kamu menyelesaikan tugas dengan cepat dan berkualitas.

Konsultasi Gratis