Pernah gak sih kamu merasa grogi saat harus kirim email formal bahasa Inggris? Apalagi kalau penerimanya orang penting atau perusahaan besar. Tenang, kamu gak sendirian! Banyak mahasiswa dan profesional muda yang masih bingung cara menyusun email formal yang benar dan mengesankan.
Di artikel ini, Tugasin bakal kasih panduan lengkap supaya kamu bisa menulis email formal bahasa Inggris dengan percaya diri. Mulai dari struktur yang tepat, tips praktis, sampai contoh email siap pakai untuk berbagai keperluan. Yuk, langsung simak!
Perbedaan Email Formal dan Informal – Jangan Sampai Salah Pilih!
Sebelum mulai menulis, kamu harus paham dulu perbedaan mendasar antara email formal dan informal. Kesalahan memilih gaya bahasa bisa bikin kesanmu jadi kurang profesional, lho!
Email Formal – Untuk Keperluan Resmi dan Profesional
Email formal digunakan dalam konteks profesional seperti:
- Lamaran pekerjaan atau magang
- Komunikasi dengan dosen atau kampus
- Penawaran kerja sama bisnis
- Permohonan informasi resmi
- Surat pengunduran diri
Ciri khas email formal antara lain:
- Menggunakan sapaan resmi seperti Dear Mr./Ms. [Nama]
- Bahasa yang sopan dan terstruktur
- Tidak menggunakan singkatan atau bahasa gaul
- Ada penutup formal seperti Sincerely atau Best regards
- Format yang rapi dan profesional
Email Informal – Untuk Komunikasi Pribadi dan Santai
Sementara email informal cocok untuk:
- Komunikasi dengan teman atau keluarga
- Pesan ke rekan kerja yang sudah akrab
- Diskusi santai dengan grup belajar
Ciri khas email informal:
- Bisa menggunakan sapaan santai seperti Hi, Hey, atau langsung nama
- Bahasa yang lebih fleksibel dan santai
- Boleh menggunakan emoji atau singkatan
- Penutup lebih kasual seperti Cheers, Take care, atau Thanks
Kalau kamu masih ragu mau pakai yang mana, ingat saja aturan sederhana ini: kalau ragu, pilih yang formal. Lebih baik terlalu sopan daripada terlalu santai!
Struktur Email Formal yang Benar – Jangan Lewatkan Satu Pun!
Ada beberapa elemen penting yang harus ada dalam email formal bahasa Inggris. Yuk, kita bahas satu per satu!
1. Subjek yang Jelas dan Menarik
Subjek: Ini adalah hal pertama yang dilihat penerima. Buatlah singkat, jelas, dan menggambarkan isi email. Contoh:
- Application for Marketing Intern Position – [Nama Kamu]
- Request for Thesis Supervision Meeting – [Nama Kamu]
- Proposal Collaboration: [Nama Perusahaan Kamu] x [Nama Perusahaan Penerima]
Hindari subjek yang terlalu umum seperti Hello atau Important. Ingat, subjek yang baik bisa meningkatkan kemungkinan emailmu dibuka!
2. Salam Pembuka yang Sopan
Pembuka: Gunakan sapaan yang sesuai dengan hubunganmu dengan penerima. Beberapa pilihan:
- Untuk penerima spesifik: Dear Mr./Ms. [Nama Belakang]
Contoh: “Dear Ms. Johnson,”
Kalau gak tahu gender: Dear Alex Smith, - Untuk penerima umum: Dear Sir/Madam, To Whom It May Concern,
- Untuk situasi semi-formal: Hello [Nama Depan],